Dari pengalaman menginstall Linux Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex, ane telah belajar lumayan banyak. Dan mau sharing tips dalam installasi Ubuntu. Berikut tips2nya:
1. Kalau kamu download file .iso dan membakarnya (burning) ke CD sendiri, maka ane sarankan JANGAN pakai software Alcohol, pakailah Nero (software lain juga boleh, tapi ane cuma tau Alcohol dan Nero)
2. Setelah jadi CD, sebelum installasi selalu lakukan CD Integrity Check. Biar nggak mubadzir bila filenya corrupt.
3. Bila ingin menginstallnya bersama Windows, pastikan kamu menginstallnya di Hardisk yang berbeda. Bukan hanya sekedar partisi yang berbeda, tapi HARUS bener2 hardisk yang berbeda. Jadi kamu harus masang 2 hardisk dalam CPU kamu. Ini dikarenakan Linux akan memforkan SELURUH hardisk yang akan digunakan, bukan sekedar 1 partisi dalam sebuah hardisk.
4. Cara lain agar bisa menginstallnya bersama Windows adalah dengan menggunakan Wubi. Caranya adalah kamu jalankan Windows seperti biasa, trus masukkan CD Installer Ubuntu (installernya versi Desktop). Browse CD Installasi dan jalankan program wubi.exe di folder utama. Setelah muncul menu, pilihlah untuk menginstall Ubuntu di dalam Windows. Sebagai catatan, ane belum pernah melakukan ini karena kurangnya disk space (butuh ruang kosong sebesar 5 GB)
5. Selamat menggunakan Ubuntu :D
Informasi Gratis
Selasa, 09 Desember 2008
Gara-Gara Salah Mbakar CD
Ane memang sudah pindah ke Linux, akan tetapi proses menuju ke sana agak berat. Bukan karena Linux sulit, akan tetapi karena kesalahan sendiri. Cerita lengkapnya begini:
Setelah lulus ane langsung download Ubuntu Studio 7.10 Feisty Fawn dari server UGM. Alasannya karena distro Ubuntu Studio memang khusus untuk menangani multimedia. Jadi ane berharap kebutuhan ane mengenai grafik dan musik (hey, I'm a song writer, remember??) bisa terpenuhi.
Awalnya ane senang karena downloadnya sangat cepat sekali, yaitu mencapai 1 MBps. Setelah nginstall juga bagus. Tapi ane rada kecewa karena dukungan terhadap codec2 yang umum ada di windows sangat kurang. Bahkan untuk memutar mp3 aja tidak bisa. :( Selain itu versi 7.10 ternyata bukan distribusi yang paling baru. Itu udah usang. Oleh karena itu ane berniat menggantinya dengan versi 8.10. Dan karena berbagai pertimbangan, ane memutuskan untuk menggunakan distro Ubuntu 8.10 yang original (versi Ubuntu Desktop, bukan Ubuntu Studio).
Kemudian ane download Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex yang kemudian ane burn menggunakan Alcohol. Tapi ternyata ketika di run ada masalah. Ane heran, apakah ada masalah ketika ngeburn ataukan file .iso-nya yang rusak?? Untuk memastikan dengan biaya yang paling murah maka ane coba test file .iso-nya dengan MS Virtual PC. Dan ternyata memang Error. Akhirnya ane putuskan untuk mendownload ulang filenya dan langsung mengetesnya di warnet kampus.
Betapa mengecewakan, setelah ane download berbagai versi dari installasi Ubuntu (Ubuntu dan Kubuntu, baik versi 8.10 maupun 8.04, baik desktop maupun alternate) ternyata semuanya tidak lolos dari uji coba melalui MS Virtual PC. Akhirnya ane nyerah dan memutuskan untuk tetap memakai Ubuntu 7.10. Ketika itu ane baru mengetahui ternyata ane bisa memesan CD Ubuntu agar dikirimkan ke rumah ane secara GRATIS!! Kekurangannya adalah CD itu akan sampai antara 4 - 6 pekan, jadi lama banget. Tapi ane tetap memutuskan untuk bertahan dulu di Ubuntu 7.10 dan baru mengupgrade ketika CD Gratisnya sampai.
Akan tetapi kemudian ane mengetahui bahwa kevalidan file .iso bisa di cek lewat MD5 sum. Dan betapa mengejutkan ketika ane mengetahui bahwa file .iso yang ane download ini tidak ada masalah bila di cek lewat MD5 Sum. Kemudian ane berfikir, jangan-jangan yang rusak bukan filenya, akan tetapi MS Virtual PC memang tidak kompatibel untuk menjalankan CD Ubuntu. Akhirnya ane nekad burn Ubuntu 8.10 versi installasi Desktop ke CD lalu melakukan CD cek. Akan tetapi kali ini ane burn nya menggunakan Nero Burning Room. Dan betapa terkejutnya ane setelah mengetahui bahwa ternyata tidak ada masalah dalam cek integritas CD. Akhirnya ane tadi malam menginstall Ubuntu versi 8.10 code name Intrepid Ibex dalam sistem ane.
Alhamdulillah ...
Setelah lulus ane langsung download Ubuntu Studio 7.10 Feisty Fawn dari server UGM. Alasannya karena distro Ubuntu Studio memang khusus untuk menangani multimedia. Jadi ane berharap kebutuhan ane mengenai grafik dan musik (hey, I'm a song writer, remember??) bisa terpenuhi.
Awalnya ane senang karena downloadnya sangat cepat sekali, yaitu mencapai 1 MBps. Setelah nginstall juga bagus. Tapi ane rada kecewa karena dukungan terhadap codec2 yang umum ada di windows sangat kurang. Bahkan untuk memutar mp3 aja tidak bisa. :( Selain itu versi 7.10 ternyata bukan distribusi yang paling baru. Itu udah usang. Oleh karena itu ane berniat menggantinya dengan versi 8.10. Dan karena berbagai pertimbangan, ane memutuskan untuk menggunakan distro Ubuntu 8.10 yang original (versi Ubuntu Desktop, bukan Ubuntu Studio).
Kemudian ane download Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex yang kemudian ane burn menggunakan Alcohol. Tapi ternyata ketika di run ada masalah. Ane heran, apakah ada masalah ketika ngeburn ataukan file .iso-nya yang rusak?? Untuk memastikan dengan biaya yang paling murah maka ane coba test file .iso-nya dengan MS Virtual PC. Dan ternyata memang Error. Akhirnya ane putuskan untuk mendownload ulang filenya dan langsung mengetesnya di warnet kampus.
Betapa mengecewakan, setelah ane download berbagai versi dari installasi Ubuntu (Ubuntu dan Kubuntu, baik versi 8.10 maupun 8.04, baik desktop maupun alternate) ternyata semuanya tidak lolos dari uji coba melalui MS Virtual PC. Akhirnya ane nyerah dan memutuskan untuk tetap memakai Ubuntu 7.10. Ketika itu ane baru mengetahui ternyata ane bisa memesan CD Ubuntu agar dikirimkan ke rumah ane secara GRATIS!! Kekurangannya adalah CD itu akan sampai antara 4 - 6 pekan, jadi lama banget. Tapi ane tetap memutuskan untuk bertahan dulu di Ubuntu 7.10 dan baru mengupgrade ketika CD Gratisnya sampai.
Akan tetapi kemudian ane mengetahui bahwa kevalidan file .iso bisa di cek lewat MD5 sum. Dan betapa mengejutkan ketika ane mengetahui bahwa file .iso yang ane download ini tidak ada masalah bila di cek lewat MD5 Sum. Kemudian ane berfikir, jangan-jangan yang rusak bukan filenya, akan tetapi MS Virtual PC memang tidak kompatibel untuk menjalankan CD Ubuntu. Akhirnya ane nekad burn Ubuntu 8.10 versi installasi Desktop ke CD lalu melakukan CD cek. Akan tetapi kali ini ane burn nya menggunakan Nero Burning Room. Dan betapa terkejutnya ane setelah mengetahui bahwa ternyata tidak ada masalah dalam cek integritas CD. Akhirnya ane tadi malam menginstall Ubuntu versi 8.10 code name Intrepid Ibex dalam sistem ane.
Alhamdulillah ...
CD Ubuntu 8.10 Gratis
Saat ini ane menggunakan distro Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex. Liat aja di side bar paling atas, disana ada gambar sekaligus link untuk mendapatkan Ubuntu 8.10 dengan gratis. Jangan khawatir, mirrornya banyak kok, dan di Indonesia ada dua mirror yang menyediakan downloadnya. Jadi bisa download dengan relatif cepat.
Bagi kalian yang pengin mendapatkan Ubuntu 8.10 tapi nggak punya koneksi cepat, bisa ngopy punya ane. Kalian bisa datang aja ke rumah ane atau kirimkan CD kosong (700MB) dan uang Rp 7500,00 ke:
Bambang Yudianto
d/a:
Glagah Kidul RT 01
Tamanan, Banguntapan, Bantul
Kode Pos 55191
Sebagai catatan, uang Rp7500,00 itu bukan sebagai biaya burning atau harga softwarenya, melainkan ongkos kirim balik. Jadi pada intinya semuanya GRATIS!!!
Dan bagi kalian yang belum pernah menggunakan Linux, nggak usah khawatir, Ubuntu adalah distro yang sangat mudah dipelajari, dan bahkan ada bahasa Indonesianya pula. Penggunaannya juga hampir sama dengan Windows, dan bahkan bisa di Install barengan dengan Windows. Keren kan?? Makanya, ayo pindah ke yang Halal!!
Bagi kalian yang pengin mendapatkan Ubuntu 8.10 tapi nggak punya koneksi cepat, bisa ngopy punya ane. Kalian bisa datang aja ke rumah ane atau kirimkan CD kosong (700MB) dan uang Rp 7500,00 ke:
Bambang Yudianto
d/a:
Glagah Kidul RT 01
Tamanan, Banguntapan, Bantul
Kode Pos 55191
Sebagai catatan, uang Rp7500,00 itu bukan sebagai biaya burning atau harga softwarenya, melainkan ongkos kirim balik. Jadi pada intinya semuanya GRATIS!!!
Dan bagi kalian yang belum pernah menggunakan Linux, nggak usah khawatir, Ubuntu adalah distro yang sangat mudah dipelajari, dan bahkan ada bahasa Indonesianya pula. Penggunaannya juga hampir sama dengan Windows, dan bahkan bisa di Install barengan dengan Windows. Keren kan?? Makanya, ayo pindah ke yang Halal!!
Akhirnya - Proses Pindah Ke Linux
Beberapa pekan yang lalu, setelah lulus pendadaran, ane langsung berusaha pindah sistem ke Linux. Alasannya sederhana, ane nggak ingin tambah dosa karena memakai sesuatu yang seharusnya tidaka ane pakai. Yah, ane bukanlah orang suci yang tidak mempunyai dosa, atau sudah berubah menjadi orang yang suci, ane masih mempunyai banyak dosa dan mungkin tidak mampu saya hapus seluruhnya. Akan tetapi setiaknya ane sedang dalam proses untuk mengurangi laju penambahan dosa2 ane.
Dengan menggunakan Linux ane berharap ane bisa menggunakan sesuatu yang halal. Prinsip ane adalah untuk melakukan hal yang baik maka harus diawali pula dengan sesuatu yang baik pula. Linux itu gratis, oleh karena itu halal dipakai oleh siapapun.
Dalam proses pindah ke Linux ane memang belum sepenuhnya langsung pindah. Dalam artian ane sekarang install Linux bersama windows. Alasannya karena ane masih belum wisuda, jadi masih ada tanggungan untuk menyelesaikan revisi dan lain sebagainya. Selain itu ane juga masih dalam tahap penjajakan. Bukannya ane menemukan permasalahan yang berarti dalam penggunaan Linux, karena bagi ane migrasi ke Linux bukanlah masalah yang besar, dan ane juga langsung bisa menggunakannya. Hal ini dikarenakan Linux jamam sekarang sudah user friendly loh. Saat ini yang ane jajaki adalah kompabilitas file/data dan kebutuhan.
Bicara mengenai apa kebutuhan ane dan Linux, ane rasa Linux sudah lebih dari cukup untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan ane. Saat ini yang ane butuhkan adalah "lingkungan" untuk menulis buku, memutar multimedia (film dan musik), kebutuhan untuk ngomik, dan ... apa lagi ya? sekiranya hanya itu dulu :D
Yang belum terpuaskan sementara ini adalah kemampuan untuk menscan gambar. Software untuk menscan, yaitu X-sane bawaan Linux tidak bisa mendetect scanner ane. Tapi ane kira belum tentu jadi masalah yang besar. Yang ane perlukan adalah googling driver untuk scanner ane. Moga2 aja bisa ketemu :D
Dengan menggunakan Linux ane berharap ane bisa menggunakan sesuatu yang halal. Prinsip ane adalah untuk melakukan hal yang baik maka harus diawali pula dengan sesuatu yang baik pula. Linux itu gratis, oleh karena itu halal dipakai oleh siapapun.
Dalam proses pindah ke Linux ane memang belum sepenuhnya langsung pindah. Dalam artian ane sekarang install Linux bersama windows. Alasannya karena ane masih belum wisuda, jadi masih ada tanggungan untuk menyelesaikan revisi dan lain sebagainya. Selain itu ane juga masih dalam tahap penjajakan. Bukannya ane menemukan permasalahan yang berarti dalam penggunaan Linux, karena bagi ane migrasi ke Linux bukanlah masalah yang besar, dan ane juga langsung bisa menggunakannya. Hal ini dikarenakan Linux jamam sekarang sudah user friendly loh. Saat ini yang ane jajaki adalah kompabilitas file/data dan kebutuhan.
Bicara mengenai apa kebutuhan ane dan Linux, ane rasa Linux sudah lebih dari cukup untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan ane. Saat ini yang ane butuhkan adalah "lingkungan" untuk menulis buku, memutar multimedia (film dan musik), kebutuhan untuk ngomik, dan ... apa lagi ya? sekiranya hanya itu dulu :D
Yang belum terpuaskan sementara ini adalah kemampuan untuk menscan gambar. Software untuk menscan, yaitu X-sane bawaan Linux tidak bisa mendetect scanner ane. Tapi ane kira belum tentu jadi masalah yang besar. Yang ane perlukan adalah googling driver untuk scanner ane. Moga2 aja bisa ketemu :D
Langganan:
Postingan (Atom)