Untuk menjaga konsistensi, mulai sekarang saya dah pindah blog ke htto://www.bejoalan.uni.cc Ini dikarenakan saya punya beberapa blog di blogger, jadi malah susah mengaturnya. Selain itu kontrol terhadap websitenya juga sangat kurang apabila menggunakan blogger.
Sementara ini masih fokus ke blog yg berbahsa inggris, besok kalau ada waktu mau nulis juga yang bahasa indonesia. Jangan lupa kunjingi situs barunya ya.
Informasi Gratis
Senin, 29 Juni 2009
Senin, 16 Februari 2009
Cara Installasi Open Office 3 Di Ubuntu 8.10
Menginstall Open Office 3 di Ubuntu 8.10 sepertinya memang agak memusingkan, soalnya di reprository nya belum ada softwarenya. Tetapi jangan kuatir, bagi kalian yang ingin memakai Open Office 3 di Ubuntu 8.10 ada caranya kok. Berikut langkah-langkahnya:
1. Uninstall Open Office yang sudah ada (versi 2.4). Caranya adalah klik "System>Administration>Synaptic Package Manager". Kemudian di quick search ketikkan (Office), maka semua paket yang bernama office akan muncul. Kemudian pilih semua paket yang berhubungan dengan open ofice (ada prefix "Openoffice.org" di depan setiap paket, misalnya "Openoffice.org-calc") dan klik kanan lalu pilih removal (pilih complete removal bila ingin menghapusnya secara total untuk membebaskan ruang di harddisk). Kemudian klik Apply. Akan ada beberapa peringatan, klik Ok aja terus.
2. Download file installer Open Office 3 paket debian, bisa di www.openoffice.org atau di repo.ugm.ac.id (kemudian scroll ke bawah untukn link ke tempat download (sorry, ane lupa link persisnya, maklum, ane menulis ini offline). Nama filenya adalah:
OOo_3.0.0_LinuxIntel_install_en-US_deb.tar.gz
3. Download java-common dari repo.ugma.ad.id/apt-web (pilih ubuntu 8.10 di drop down menu, kemudian ketik java-common di bagian packages. Download aja filenya. filenya adalah:
java-common_0.30ubuntu3_all.deb
4. Install java-common dengan cara double klik pada file .deb nya
5. Ektrak file installer di folder home. Agar mudah nantinya, silahkan rename foldernya menjadi "OO3"
6. Jalankan Terminal (Applications>Accesories>Terminal)
7. Ketikkan perintah berikut (ingat, nama file dan foldernya case sensitive, selain itu ganti "username_kamu" dengan username kamu- duh!):
sudo dpkg --install --recursive /home/username_kamu/OO3/DEBS/*.deb
Tunggu sebentar maka Open Office 3 akan terinstall.
8. Coba cek di menu apaka open office 3 sudah ada atau belum, bila belum ada masuk ke folder /home/oo3/DEBS/desktop-integration dan jalankan file:
openoffice.org3.0-debian-menus_3.0-9354_all.deb
Gimana? Sudah bisa menginstall bukan??? Tetapi ya itu, bila kalian merasa cara ini sangat merepotkan dan kebetulan anda termasuk orang yang penyabar, maka silahkan saja tunggu sampai Ubuntu 9.04 keluar besok pada bulan April 2009. Selamat berubuntu ria ya. :D
Menginstall Open Office 3 di Ubuntu 8.10 sepertinya memang agak memusingkan, soalnya di reprository nya belum ada softwarenya. Tetapi jangan kuatir, bagi kalian yang ingin memakai Open Office 3 di Ubuntu 8.10 ada caranya kok. Berikut langkah-langkahnya:
1. Uninstall Open Office yang sudah ada (versi 2.4). Caranya adalah klik "System>Administration>Synaptic Package Manager". Kemudian di quick search ketikkan (Office), maka semua paket yang bernama office akan muncul. Kemudian pilih semua paket yang berhubungan dengan open ofice (ada prefix "Openoffice.org" di depan setiap paket, misalnya "Openoffice.org-calc") dan klik kanan lalu pilih removal (pilih complete removal bila ingin menghapusnya secara total untuk membebaskan ruang di harddisk). Kemudian klik Apply. Akan ada beberapa peringatan, klik Ok aja terus.
2. Download file installer Open Office 3 paket debian, bisa di www.openoffice.org atau di repo.ugm.ac.id (kemudian scroll ke bawah untukn link ke tempat download (sorry, ane lupa link persisnya, maklum, ane menulis ini offline). Nama filenya adalah:
OOo_3.0.0_LinuxIntel_install_en-US_deb.tar.gz
3. Download java-common dari repo.ugma.ad.id/apt-web (pilih ubuntu 8.10 di drop down menu, kemudian ketik java-common di bagian packages. Download aja filenya. filenya adalah:
java-common_0.30ubuntu3_all.deb
4. Install java-common dengan cara double klik pada file .deb nya
5. Ektrak file installer di folder home. Agar mudah nantinya, silahkan rename foldernya menjadi "OO3"
6. Jalankan Terminal (Applications>Accesories>Terminal)
7. Ketikkan perintah berikut (ingat, nama file dan foldernya case sensitive, selain itu ganti "username_kamu" dengan username kamu- duh!):
sudo dpkg --install --recursive /home/username_kamu/OO3/DEBS/*.deb
Tunggu sebentar maka Open Office 3 akan terinstall.
8. Coba cek di menu apaka open office 3 sudah ada atau belum, bila belum ada masuk ke folder /home/oo3/DEBS/desktop-integration dan jalankan file:
openoffice.org3.0-debian-menus_3.0-9354_all.deb
Gimana? Sudah bisa menginstall bukan??? Tetapi ya itu, bila kalian merasa cara ini sangat merepotkan dan kebetulan anda termasuk orang yang penyabar, maka silahkan saja tunggu sampai Ubuntu 9.04 keluar besok pada bulan April 2009. Selamat berubuntu ria ya. :D
Jumat, 12 Desember 2008
Scanner Cannon Tidak Di Suppot Di Linux
Kemarin ane nyari-nyari driver untuk scanner ane, Canon D646U EX. Setelah nyari-nyari ke sana ke sini akhirnya ane tidak mendapatkan hasil apapun. Bahkan dari hasil diskusi di forum Ubuntu ane beru tahu kalau dukungan untuk driver scanner merk Canon di Linux memang sangat minim. Saran yang ane dapat adalah jangan beli scanner merk Canon kalau ingin memakai scanner di Linux. Sayang sekali, ane udah terlanjut beli scanner dan belum punya dana untuk membeli scanner baru.
Mungkin sementara ini ane harus tukeran scanner dulu dengan temen ane. Itupun kalau dia mau :D
Mungkin sementara ini ane harus tukeran scanner dulu dengan temen ane. Itupun kalau dia mau :D
Selasa, 09 Desember 2008
Trik Installasi Program Mudah Di Linux
Post yang terdahulu sudah menjelaskan sedikit tentang bagaimana menginstall software di Ubuntu Linux. Bagi yang mempunyai koneksi internet maka installasi software bukanlah menjadi suatu masalah yang besar. Akan tetapi bagi yang tidak mungkin bisa menjadi masalah tersendiri. Tetapi tidak harus begitu, kenapa? Baca aja terus .. WEEE!!!
Di Linux ada software namanya wine. Wine ini berfungsi untuk mengemulasi software2 Windows agar bisa dijalankan di Linux. Tapi jangan salah paham lho, Wine bukanlah PC emulator yang menjalankan Windows di dalam Linux! Soalnya kalau begitu nggak artinya pindah ke Linux kalau windowsnya masih tetep aja jalan :P. Jadi Wine itu digunakan untuk MENGINSTALL PROGRAM2 - DAN GAME - WINDOWS DI LINUX!!!
Untuk menginstall wine di Ubuntu, silakah akses http://repo.ugm.ac.id/apt-web dan ketikkan wine di nama program dan pilih versi Ubuntu yang kamu pakai. Setelah itu kamu akan mendapati link 2 file yang harus kamu download untuk menginstall wine.
Install 2 file yang baru saja kamu download di Ubuntu (cukup double click file .deb) dan wine akan terinstall. Nah mulai sekarang kalian bisa download program2 gratisan versi windows dan menginstallnya di Linux.
Sebagai contoh, ane pengin menginstall Open Office 3.0 karena Open Office yang ada di Ubuntu 8.10 masih versi 2.4. Akan tetapi ketika ane downlaod file installasi versi Linux dan mencoba menginstallanya jsutru terjadi masalah. Ada dependensi yang walaupun sudah diinstall tapi tetap dianggap belum diinstall. Akhirnya sebagai solusi ane download Open Office 3.0 versi windows. Trus ane meng-install nya selayaknya menginstall di Windows (maksudnya dengan mendouble click file installa .exe nya) dan akhirnya ane bisa menjalankan versi Open Office terbaru di Linux Ubuntu ane.
Trus tips yang lain adalah apabila ada file yang seharusnya terasosiasi (maksudnya terbuka secara otomatis dengan software tertentu ketika kamu menjalankannya) dengan software2 windows tertentu tetapi belum terasosiasi, kamu cukup klik kanan>properties dan pilih tab Open With. Kemudian pilih software wine untuk membukanya (klik add apabila wine belum muncul sebagai pilihan).
Dalam kasus ane, file2 open office seperti .odt .odp, .ods dan yang lain2 belum terasosiasi dengan Open Office karena ane menginstallanya lewat wine. Oleh karena itu ane cukup memilih wine sebagai software untuk membuka file2 tersebut dan wine akan secara otomatis mengasosiasikannya dengan Open Office. Namun demikian masih patut disayangkan karena file2 MS Office seperti .doc .xls dan yang lain masih belum bisa di assosiasikan dengan Open Office walaupun dengan cara seperti di atas. Tetapi tidak masalah, file2 tersebut masih bisa dibuka dengan cara membuka dulu Open Officenya lalu dibuka dengan cara biasa (bisa klik file>open atau tekan ctrl+O).
Kelemahan cara ini adalah dari sekian banyak software yang kita butuhkan mungkin tidak semua software bisa di install lewat wine. Tetapi ane kira untuk kebutuhan sehari2 masyarakat umum, Linux beserta Wine nya sudah lebih dari cukup untuk digunakan.
Di Linux ada software namanya wine. Wine ini berfungsi untuk mengemulasi software2 Windows agar bisa dijalankan di Linux. Tapi jangan salah paham lho, Wine bukanlah PC emulator yang menjalankan Windows di dalam Linux! Soalnya kalau begitu nggak artinya pindah ke Linux kalau windowsnya masih tetep aja jalan :P. Jadi Wine itu digunakan untuk MENGINSTALL PROGRAM2 - DAN GAME - WINDOWS DI LINUX!!!
Untuk menginstall wine di Ubuntu, silakah akses http://repo.ugm.ac.id/apt-web dan ketikkan wine di nama program dan pilih versi Ubuntu yang kamu pakai. Setelah itu kamu akan mendapati link 2 file yang harus kamu download untuk menginstall wine.
Install 2 file yang baru saja kamu download di Ubuntu (cukup double click file .deb) dan wine akan terinstall. Nah mulai sekarang kalian bisa download program2 gratisan versi windows dan menginstallnya di Linux.
Sebagai contoh, ane pengin menginstall Open Office 3.0 karena Open Office yang ada di Ubuntu 8.10 masih versi 2.4. Akan tetapi ketika ane downlaod file installasi versi Linux dan mencoba menginstallanya jsutru terjadi masalah. Ada dependensi yang walaupun sudah diinstall tapi tetap dianggap belum diinstall. Akhirnya sebagai solusi ane download Open Office 3.0 versi windows. Trus ane meng-install nya selayaknya menginstall di Windows (maksudnya dengan mendouble click file installa .exe nya) dan akhirnya ane bisa menjalankan versi Open Office terbaru di Linux Ubuntu ane.
Trus tips yang lain adalah apabila ada file yang seharusnya terasosiasi (maksudnya terbuka secara otomatis dengan software tertentu ketika kamu menjalankannya) dengan software2 windows tertentu tetapi belum terasosiasi, kamu cukup klik kanan>properties dan pilih tab Open With. Kemudian pilih software wine untuk membukanya (klik add apabila wine belum muncul sebagai pilihan).
Dalam kasus ane, file2 open office seperti .odt .odp, .ods dan yang lain2 belum terasosiasi dengan Open Office karena ane menginstallanya lewat wine. Oleh karena itu ane cukup memilih wine sebagai software untuk membuka file2 tersebut dan wine akan secara otomatis mengasosiasikannya dengan Open Office. Namun demikian masih patut disayangkan karena file2 MS Office seperti .doc .xls dan yang lain masih belum bisa di assosiasikan dengan Open Office walaupun dengan cara seperti di atas. Tetapi tidak masalah, file2 tersebut masih bisa dibuka dengan cara membuka dulu Open Officenya lalu dibuka dengan cara biasa (bisa klik file>open atau tekan ctrl+O).
Kelemahan cara ini adalah dari sekian banyak software yang kita butuhkan mungkin tidak semua software bisa di install lewat wine. Tetapi ane kira untuk kebutuhan sehari2 masyarakat umum, Linux beserta Wine nya sudah lebih dari cukup untuk digunakan.
Installasi Program Di Ubuntu Linux
Bagi kalian yang mempunyai koneksi internet installasi program-program di Linux sangatlah mudah. Cukup jalankan add/remove program atau synaptic manager kemudian pilih software yang akan di install kemudian Linux akan secara otomatis mendownload program2 dan dependensi yang dibutuhkan. Daftar sotware yang bisa di install buanyak buanget lho.
Bagi kalian yang nggak punya koneksi internet tetapi mempunyai akses ke tempat download yang cepat, yah, misalnya nebeng tetangga atau temen gitu :D, dan mempunyai jatah bandwidth gede plus DVD RW, maka kalian bisa downlaod DVD reprositories yang berisi koleksi software2 Linux yang lengkap. Trus tinggal install pake synaptic manager, dan semua akan dijalankan secara otomatis.
Nah, yang agak repot adalah kalau kalian nggak punya dua hal diatas, maka kalian harus nyari sendiri software di internet, mendownloadnya, dan kemudian menginstallnya. Kenapa repot??? Karena installasi software di Linux agak berbeda dengan di Windows. Kalau di windows menginstall software tinggal jalanin aja file .exe nya maka tinggal ikuti instruksi dan semuanya selesai. Tapi kalau di Linux, khususnya Ubuntu, untuk menginstall software kalian harus menjalankan file .deb (kalau yang berbasis Debian .deb tetapi ada juga yang lain yaitu .rpm untuk Linux yang berbasis, kalau nggak salah, Red Hat. Ubuntu kebetulan berbasis Debian). Tetapi tidak semudah itu, file2 dependensi, bila belum terinstall harus di Install dulu. Misalnya begini, andai saja kamu ingin menginstall program namanya CoolBejo (busyet, narsis banget yah!!). Trus kamu cari di reprository Ubuntu, dan ternyata ada 3 file yang harus di download:
CoolBejo.deb
LibBejo.deb
CoreBejo.deb
Nah, installasi CoolBejo tentu saja dilakukan dengan cara men-double click file CoolBejo.deb. Akan tetapi karena CoolBejo.deb mempunyai dependensi CoreBejo.deb, maka CoolBejo.deb tidak bisa di install. Kamu harus nginstall CoreBejo.deb. Dant ternyata CoreBejo tidak mempunyai dependensi LibBejo.deb maka ... yah, tentu saat ini kamu sudah tahu apa yang harus dilakukan bukan??
Kesimpulannya adalah ketika kamu ingin menginstall CoolBejo, maka urutan installasi adalah:
LibBejo.deb
CoreBejo.deb
CoolBejo.deb
Itu hanya sekedar illustrasi dengan dimana 1 software mempunyai 3 file yang harus di download. Tetapi kenyataannya tidak semua file hanya mempunyai 3 file, ada yang sampai belasan, walau ada juga yang cuma 1 sih :D.
Tapi perlu diingat bahwa dependensi tidak harus mempunyai susunan seperti di atas. Bisa juga, kalau mengambil contoh diatas, file BejoCool.deb mempunyai dependensi CoreBejo.deb DAN LibBejo.deb, jadi untuk menginstall CoreBejo.deb tidak perlu menginstall LibBejo.deb. Selain itu bisa juga file dependensi ternyata juga sudah ada/terinstall di sistem.
Nah bagi kalian yang pengin download program2 di Ubuntu, selain dari reprository resmi Ubuntu bisa juga dari server UGM, yaitu di:
http://repo.ugm.ac.id
dan softwarenya bisa langsung dicari dan didownload di:
http://repo.ugm.ac.id/apt-web
Kalian tinggal masukkan aja nama software yang ingin kalian download dan pilih versi ubuntunya. Nanti link semua file yang dibutuhkan akan muncul dan bisa langsung didownload. Oh iya, tempat nama software dimasukkan bukanlah fasilitas search, jadi harus memasukkan nama yang benar.
Kemudian yang terakhir adalah yang paling repot. Ini terjadi ketika kalian ingin menginstall software, tetapi softwarenya tidak dalam bentuk .deb, melainkan dalam bentul tar.gz. Nah disini kalian harus mengcompile sendiri programnya, baru kemudian menginstallnya. Bener2 repot dah.
TETAPI!!!! .... Jangan jadikan ini penghalang karena pada kenyataannya ada cara yang jauh lebih mudah untuk menggunakan software2 gratis di Ubuntu Linux. Cara gimana? Tunggu post selanjutnya ya :D
Bagi kalian yang nggak punya koneksi internet tetapi mempunyai akses ke tempat download yang cepat, yah, misalnya nebeng tetangga atau temen gitu :D, dan mempunyai jatah bandwidth gede plus DVD RW, maka kalian bisa downlaod DVD reprositories yang berisi koleksi software2 Linux yang lengkap. Trus tinggal install pake synaptic manager, dan semua akan dijalankan secara otomatis.
Nah, yang agak repot adalah kalau kalian nggak punya dua hal diatas, maka kalian harus nyari sendiri software di internet, mendownloadnya, dan kemudian menginstallnya. Kenapa repot??? Karena installasi software di Linux agak berbeda dengan di Windows. Kalau di windows menginstall software tinggal jalanin aja file .exe nya maka tinggal ikuti instruksi dan semuanya selesai. Tapi kalau di Linux, khususnya Ubuntu, untuk menginstall software kalian harus menjalankan file .deb (kalau yang berbasis Debian .deb tetapi ada juga yang lain yaitu .rpm untuk Linux yang berbasis, kalau nggak salah, Red Hat. Ubuntu kebetulan berbasis Debian). Tetapi tidak semudah itu, file2 dependensi, bila belum terinstall harus di Install dulu. Misalnya begini, andai saja kamu ingin menginstall program namanya CoolBejo (busyet, narsis banget yah!!). Trus kamu cari di reprository Ubuntu, dan ternyata ada 3 file yang harus di download:
CoolBejo.deb
LibBejo.deb
CoreBejo.deb
Nah, installasi CoolBejo tentu saja dilakukan dengan cara men-double click file CoolBejo.deb. Akan tetapi karena CoolBejo.deb mempunyai dependensi CoreBejo.deb, maka CoolBejo.deb tidak bisa di install. Kamu harus nginstall CoreBejo.deb. Dant ternyata CoreBejo tidak mempunyai dependensi LibBejo.deb maka ... yah, tentu saat ini kamu sudah tahu apa yang harus dilakukan bukan??
Kesimpulannya adalah ketika kamu ingin menginstall CoolBejo, maka urutan installasi adalah:
LibBejo.deb
CoreBejo.deb
CoolBejo.deb
Itu hanya sekedar illustrasi dengan dimana 1 software mempunyai 3 file yang harus di download. Tetapi kenyataannya tidak semua file hanya mempunyai 3 file, ada yang sampai belasan, walau ada juga yang cuma 1 sih :D.
Tapi perlu diingat bahwa dependensi tidak harus mempunyai susunan seperti di atas. Bisa juga, kalau mengambil contoh diatas, file BejoCool.deb mempunyai dependensi CoreBejo.deb DAN LibBejo.deb, jadi untuk menginstall CoreBejo.deb tidak perlu menginstall LibBejo.deb. Selain itu bisa juga file dependensi ternyata juga sudah ada/terinstall di sistem.
Nah bagi kalian yang pengin download program2 di Ubuntu, selain dari reprository resmi Ubuntu bisa juga dari server UGM, yaitu di:
http://repo.ugm.ac.id
dan softwarenya bisa langsung dicari dan didownload di:
http://repo.ugm.ac.id/apt-web
Kalian tinggal masukkan aja nama software yang ingin kalian download dan pilih versi ubuntunya. Nanti link semua file yang dibutuhkan akan muncul dan bisa langsung didownload. Oh iya, tempat nama software dimasukkan bukanlah fasilitas search, jadi harus memasukkan nama yang benar.
Kemudian yang terakhir adalah yang paling repot. Ini terjadi ketika kalian ingin menginstall software, tetapi softwarenya tidak dalam bentuk .deb, melainkan dalam bentul tar.gz. Nah disini kalian harus mengcompile sendiri programnya, baru kemudian menginstallnya. Bener2 repot dah.
TETAPI!!!! .... Jangan jadikan ini penghalang karena pada kenyataannya ada cara yang jauh lebih mudah untuk menggunakan software2 gratis di Ubuntu Linux. Cara gimana? Tunggu post selanjutnya ya :D
Langganan:
Postingan (Atom)